CGTN: Upaya Tiongkok Memajukan Pendidikan Kaum Perempuan dan Anak Perempuan di Seluruh Dunia

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CGTN menerbitkan artikel tentang kontribusi Tiongkok dalam mendorong kemajuan pendidikan kaum perempuan dan anak perempuan di dunia. Artikel tersebut menyoroti upaya Tiongkok memperluas akses pendidikan di dalam negeri sekaligus mempererat kerja sama global untuk mendorong kesetaraan akses pendidikan di seluruh dunia.

BEIJING, 14 Mei 2026 /PRNewswire/ — Sejak Tiongkok dan UNESCO bekerja sama menggagas "Prize for Girls’ and Women’s Education" pada 2015, sebanyak 20 program di 19 negara telah meraih penghargaan tersebut dan mewujudkan akses pendidikan yang lebih baik bagi lebih dari enam juta anak perempuan.

Sebagai ajang penghargaan UNESCO pertama yang secara khusus didedikasikan untuk pendidikan perempuan dan anak perempuan, "Prize for Girls’ and Women’s Education" mencerminkan komitmen jangka panjang Tiongkok dalam memajukan pendidikan perempuan di tingkat global. Didanai pemerintah Tiongkok, penghargaan tersebut diberikan setiap tahun kepada dua penerima, masing-masing senilai US$50.000, untuk mendukung program mereka.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komitmen Tiongkok kembali ditegaskan pada Selasa lalu ketika Peng Liyuan, istri Presiden Tiongkok Xi Jinping, bertemu dengan Direktur Jenderal UNESCO Khaled El-Enany di Beijing.

Sebagai utusan khusus UNESCO dalam bidang pendidikan perempuan dan anak perempuan, Peng menyatakan kesediaannya untuk terus menjalankan tugasnya, termasuk memperkuat kerja sama dengan UNESCO, serta mendorong kemajuan pendidikan perempuan dan anak perempuan di dunia.

Mendorong Kemajuan Pendidikan di Dalam Negeri

Pada 1989, di bawah kepemimpinan All-China Women’s Federation, China Children and Teenagers’ Foundation meluncurkan "Spring Bud Project" guna meningkatkan akses pendidikan bagi anak perempuan dari keluarga kurang mampu.

Sejak menjadi utusan khusus untuk program tersebut pada 2014, Peng terus mendorong pengembangan program. Pada 2019, dia meluncurkan "Dream of the Future Action of the Spring Bud Project", program lanjutan yang membantu semakin banyak anak perempuan menyelesaikan pendidikan dan meraih cita-cita.

Hingga akhir 2023, program tersebut berhasil menghimpun dana sebesar RMB 3,2 miliar atau sekitar US$ 451 juta, membantu 4,22 juta anak perempuan di seluruh 31 wilayah setingkat provinsi dan 56 kelompok etnis di Tiongkok, menyediakan pelatihan keterampilan bagi 527.000 anak perempuan, serta layanan pendampingan dan kesehatan mental bagi 190.000 anak perempuan.

Dampak program ini juga meraih pengakuan global setelah memenangkan "UNESCO Prize for Girls’ and Women’s Education" pada 2023.

Spring Bud Project turut menjadi bagian dari kemajuan Tiongkok dalam memperluas akses pendidikan yang setara.

Sejak 2018, angka partisipasi bersih anak usia sekolah di Tiongkok stabil mendekati 100%. Lebih lagi, hampir tidak ada kesenjangan gender antara anak laki-laki dan perempuan. Pada 2024, perempuan mencakup 50,76% mahasiswa pendidikan tinggi, sementara mahasiswa pascasarjana perempuan mencapai 50,01%.

Data tersebut menunjukkan bahwa pendidikan telah menjadi fondasi penting bagi pemberdayaan perempuan di Tiongkok.

Memperluas Akses Pendidikan ke Tingkat Global

Tiongkok juga membantu semakin banyak perempuan dan anak perempuan di berbagai negara  untuk memperoleh akses pendidikan dan pelatihan.

Melalui mekanisme kerja sama Selatan-Selatan, program beasiswa, dan pertukaran teknologi, Tiongkok telah melatih lebih dari 200.000 tenaga profesional dari kaum perempuan di lebih dari 180 negara dan wilayah. Sejak 2018, Tiongkok juga meluncurkan lebih dari 100 program pelatihan yang berfokus pada perempuan dan anak-anak di negara berkembang.

Menurut Executive Director, Pakistan Alliance for Girls’ Education, Fajer Rabia Pasha, lembaga yang berhasil memenangkan penghargaan UNESCO pada 2023, Tiongkok telah membantu perempuan dan anak perempuan di negara berkembang untuk memperoleh akses pendidikan, pelatihan, dan peluang kepemimpinan.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Dia menjelaskan, Tiongkok membuktikan, melalui tindakan nyata, bahwa pembangunan negara tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi perempuan Tiongkok, tetapi juga perempuan di seluruh dunia.

Dalam ajang Global Leaders’ Meeting on Women yang berlangsung di Beijing tahun lalu, Tiongkok mengumumkan rencana kontribusi tambahan sebesar US$10 juta kepada UN Women selama lima tahun ke depan, serta mengundang 50.000 perempuan ke Tiongkok untuk mengikuti program pertukaran dan pelatihan.

Pada Selasa, Khaled El-Enany mengatakan, UNESCO mengapresiasi dukungan Tiongkok dan siap memperdalam kerja sama guna mendorong perkembangan pendidikan perempuan dan anak perempuan di dunia.

https://news.cgtn.com/news/2026-05-13/How-China-helps-advance-girls-and-women-s-education-worldwide-1N7kfm0cvg4/p.html

Berita Terkait

Himel Raih Technology Excellence Award, Hadirkan Inovasi pada Produk Kelistrikan Sehari-hari
Farizon Resmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Niaga Pertama di Luar Negeri yang Berlokasi di Indonesia, V8E Hasil Rakitan Lokal Mulai Diproduksi
PEI-Genesis Memperluas Kapabilitas di Asia-Pasifik dengan Fasilitas Produksi Bernilai Tambah Keenam di Pune, India
LX Pantos Thailand Resmikan Kantor yang Telah Direnovasi di Bangkok untuk Dukung Pertumbuhan Bisnis
SINGAPURA MEMPERKUAT PERANNYA SEBAGAI GERBANG BISNIS TERPERCAYA DI ASIA PASIFIK PADA BNI SINGAPORE NATIONAL CONFERENCE 2026
HUAWEI WATCH D3 Debut di ESC Congress 2026, Hadirkan Inovasi Baru untuk Pemantauan Tekanan Darah dari Pergelangan Tangan
Arclin Akan Memamerkan Solusi Perlindungan Kevlar® dan Nomex® di Oil & Gas Asia 2026
Huasun Perluas Jangkauan di Pasar Asia Tenggara dengan Pasokan Modul Himalaya PLUS 13,7 MW untuk Proyek di Myanmar

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 03:08

Himel Raih Technology Excellence Award, Hadirkan Inovasi pada Produk Kelistrikan Sehari-hari

Selasa, 1 September 2026 - 02:46

Farizon Resmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Niaga Pertama di Luar Negeri yang Berlokasi di Indonesia, V8E Hasil Rakitan Lokal Mulai Diproduksi

Selasa, 1 September 2026 - 02:00

PEI-Genesis Memperluas Kapabilitas di Asia-Pasifik dengan Fasilitas Produksi Bernilai Tambah Keenam di Pune, India

Selasa, 1 September 2026 - 01:57

LX Pantos Thailand Resmikan Kantor yang Telah Direnovasi di Bangkok untuk Dukung Pertumbuhan Bisnis

Selasa, 1 September 2026 - 01:00

SINGAPURA MEMPERKUAT PERANNYA SEBAGAI GERBANG BISNIS TERPERCAYA DI ASIA PASIFIK PADA BNI SINGAPORE NATIONAL CONFERENCE 2026

Berita Terbaru