Stres Berkelanjutan Tingkatkan Resiko Gangguan Penglihatan, Begini Menurut Hasil Studi

- Pewarta

Senin, 20 Februari 2023 - 15:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stres kronis membuat sel mata menua sebelum waktunya. (Pexels/Andrea Piacquadio)

Stres kronis membuat sel mata menua sebelum waktunya. (Pexels/Andrea Piacquadio)

AKTUIL.COM – Tidak sedikit orang yang menganggap sepele stres, padahal kondisi ini secara bertahap dapat merusak penglihatan.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Aging Cell, stres kronis membuat sel mata menua sebelum waktunya.

Sel-sel di mata memang menua seiring usia, sama seperti semua sel lainnya dalam tubuh.

Namun, para peneliti lewat studinya menunjukkan bahwa stres berulang menyebabkan jaringan mata menua lebih cepat pada jaringan retina yang lebih muda.

Seperti dilansir dari laman Geo.tv, Rabu, 4 Januari 2023, Dorota Skowronska-Krawczyk, asisten profesor fisiologi, biofisika, dan ophthalmology dari Center for Translational Vision Research di University of California menyebut pentingnya deteksi dini.

“Studi kami menekankan pentingnya diagnosis dini dan pencegahan serta manajemen spesifik penyakit terkait usia, termasuk glaukoma,” jelas Dorota Skowronska-Krawczyk, penulis studi tersebut.

Tim mengamati perubahan epigenetik pada penelitian dengan tikus. Perubahan epigenetik adalah suatu kejadian biasa dan alami, tetapi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, lingkungan, gaya hidup sehari-hari, dan penyakit yang diidap.

Temuan studi menunjukkan bahwa ada perubahan akumulatif pada sel mata yang mengikuti beberapa kejadian stres.

Jika hanya dengan sedikit peningkatan stres, tidak ditemukan bukti kehilangan akson (serabut saraf) pada kepala saraf optik hewan remaja.

Namun, kehilangan akson sektoral yang cukup besar ditemukan pada saraf optik hewan tua.

Kondisi itu disebut mirip dengan fenotipe yang sering terlihat pada pasien glaukoma.

Variasi jangka panjang dalam tekanan intraokular (tekanan cairan dalam mata) selama ini dianggap sebagai indikator yang dapat diandalkan dalam penanganan terkait glaukoma. Prediksi itu diperkuat dengan temuan penelitian.

Namun, tim peneliti berpendapat bahwa penuaan jaringan retina juga dipercepat oleh efek fluktuasi ringan yang sering terjadi.

Menurut Skowronska-Krawczyk, bahkan peningkatan ringan tekanan intraokular dapat menyebabkan kematian sel ganglion di retina sehingga mengakibatkan gangguan penglihatan pada hewan yang usianya lebih tua.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Pada orang sehat, tekanan intraokular di mata antara 12 dan 21 mmHg setiap hari.

Hampir dua pertiga orang lebih sering mengalaminya di malam hari.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Pengukuran tunggal tekanan intraokular saja tidak cukup untuk meramalkan perkembangan penyakit pasien glaukoma karena rentang tekanan intraokular yang besar.

Untuk mengidentifikasi kemungkinan target pengobatan, peneliti masih menyelidiki mekanisme perubahan penuaan akumulatif.

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

Mereka juga bereksperimen dengan berbagai metode untuk menghentikan percepatan penuaan terkait stres.

“Studi ini memberi peluang untuk pencegahan kehilangan penglihatan, jika dan ketika penyakit dikenali sejak dini,” tukasnya.***

Berita Terkait

10 Tempat Wajib Dikunjungi di Korea Selatan
Salah Satunya, Ketakutan dan Kecemasan Berlebihan, Inilah 7 Potensi Bahaya Menonton Fim Horor
Portal Berita Aktuil.com dan Fokus Siber Media Network Mengucapkan Selamat Hari Valentine 2023
5 Manfaat Mayones bagi Kesehatan Tubuh, Nomor 4 Bisa Tingkatkan Kekebalan Tubuh
5 Tips Atasi Saraf Kejepit di Rumah Secara Alami, Nomor 2 Usahakan Lebih Banyak Berdiri
Jangan Sepelekan Permainan Latto-latto, Berikut 4 Manfaatnya No 3 Tingkatkan Kecerdasan Anak
Termasuk Bawa Pengaruh Baik, Berikut 5 Tanda Persahabatanmu Sehat dan Bebas Drama
Ini 4 Tips Jitu untuk Perbaiki Kesehatan Mental Menurut Hasil Survei Forbes Health
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 16 November 2023 - 11:45

10 Tempat Wajib Dikunjungi di Korea Selatan

Senin, 19 Juni 2023 - 09:07

Salah Satunya, Ketakutan dan Kecemasan Berlebihan, Inilah 7 Potensi Bahaya Menonton Fim Horor

Senin, 20 Februari 2023 - 15:05

Stres Berkelanjutan Tingkatkan Resiko Gangguan Penglihatan, Begini Menurut Hasil Studi

Senin, 13 Februari 2023 - 15:29

Portal Berita Aktuil.com dan Fokus Siber Media Network Mengucapkan Selamat Hari Valentine 2023

Rabu, 1 Februari 2023 - 16:37

5 Manfaat Mayones bagi Kesehatan Tubuh, Nomor 4 Bisa Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Selasa, 31 Januari 2023 - 11:48

5 Tips Atasi Saraf Kejepit di Rumah Secara Alami, Nomor 2 Usahakan Lebih Banyak Berdiri

Senin, 23 Januari 2023 - 14:33

Jangan Sepelekan Permainan Latto-latto, Berikut 4 Manfaatnya No 3 Tingkatkan Kecerdasan Anak

Rabu, 11 Januari 2023 - 13:17

Termasuk Bawa Pengaruh Baik, Berikut 5 Tanda Persahabatanmu Sehat dan Bebas Drama

Berita Terbaru